NOTULEN LKMM-TM 2021

BEM Universitas Stikubank (Unisbank) kembali menyelenggarakan kegiatan LKMM-TM  yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 30 Juli – 1 Agustus 2021. Seluruh peserta delegasi dari Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang. Peserta LKMM-TM terdiri dari ketua dan wakil atau anggota pilihan dari masing-masing LK.

Berikut link notulen LKMM-TM 2021
30 Juli – 01 Agustus

Hari Pertama (30 Juli 2021) :

Sesi Tanya Jawab
Pembicara: Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA
1. Kampus merdeka, ada mahasisswa yang antusias dengan adanya program ini namun ada
juga mahasiswa yang takut memilih karena khawatir tidak sejalan dengan program
studinya misalnya proses konversi SKS dan pilihan yang ekstream. Apakah mengambil
kegiatan yang ekstream dari prodi merupakan hal yang bagus ?
Jawab:
Tagline Menteri belajar merdeka “Mahaiswa Indonesia adalah mahasiswa yang sedang
berenang di Samudra menuju pulau Impian” Lalu apakah bisa membayangkan seseorang
berenang dengan satu gaya saja ? menempuh rute kehidupan yang begitu jauhnya ?
Makudnya adalah silahkan menuju pulau impian tetapi dengan banyak gaya sehingga
memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bahwa dalam mencapai
tujuan itu bisa lebih cepat dengan gaya yang kita sukai. Dengan adanya passion ini dapat
memberikan kesempatan berkomunikasi dengan para dosen, dengan menyampaikan apa
yang diinginkan mahasiswa dan kapasitasnya, sehigga dosen yang mewujudkan hal
tersebut dalam jam kegiatan.
Pembicara: Dr. Edy Winarno, S.T., M.Eng.
1. Bagaimana jika banyak anggota yang pasif atau hilang ? Apakah itu faktor dari ketua atau
individunya masing-masing ?
Jawab:
Untuk kesulitannya berasal dari komunikasi, kita bisa optimalkan untuk lebih bisa
komunikasi apalagi media untuk komunikasi sekarang ini sudah banyak. Kekuatan ketua
dalam organisasi juga bisa jadi pemicu utama, misalkan pada saat pemilihan ketua yang
terpilih tidak sesuai keinginan anggota, tapi kalau sudah terpilih seharusnya support.
Kalau untuk pasif itu bagaimanna ? dimulai dari leadernya dulu dengan komunikasi,
memancing komunikasi digroup. Kalau masih pasif, mungkin bisa melalui telepon atau
janjian kemudian diadakan tanya jawab lebih intens. Terkadang hal ini tidak murni dari
ketua dan tidak murni juga dari anggota organisasi.
2. Misalkan dalam organisasi baik Lembaga maupun UKM dan akan mengadakan event dan
ketua pelaksana dipilih secara langsung oleh ketua organisasi tersebut. Tetapi kembali
lagi tergantung dari orgnisasi masing-masing. Bagaimana ketua pelaksana tersebut dapat
mendekatkan diri kepada panitia untuk berdiskusi agar acara tersbut terlaksana dengan
lancar ? tetapi banyak orang yang belum berpengalaman tiba-tiba terpilih, lalu
antisispasinya bagimana agar ketua pelaksana ini dapat dibimbing dulu atau bagimana ?

Jawab:
Untuk di kelembagaan kemahasiswaan seperti ini memang semua pasti belum mumpuni

kecuali yang pernah berpengalaman di organisasi SMA beda lagi. Tetapi di unisbank rata-
rata di unisbank belum banyak berkiprah, tetapi tidak ada masalah. Sebenarya kalau

sudah dipilih berarti hal tersebut sudah menjadi tanggungjawab pihak yang ditunjuk,
maka dia harus menjalankan amanah yang sudah diberikan, kalau belum mampu itu
masalah pengalaman saja, jadi perlu bertanya dan belajar dengan cepat dan itu perlu
proses pembelajaran yang tidak terlalu lama.Kalau ada kendala, harus dikomunikasikan
kepada yang sudah paham dan mungkin dipengurus lain yang sudah berpengalaman atau
pada ketua organisasi langsung.
3. Seperti yang kita tahu beberapa tahun kebelakang setiap ada pemilu selalu kesulitan
untuk menyiapkan calonnya. Bagaimana cara menumbuhkan antusias atau kesadaran
aktivis agar mau menjadi seorang pemimpin.
Jawab:
Sebenarnya sebuah perguruan tinggi yang ideal itu didukung oleh SDM mahasiswa
yang aktiv. Lalu ada apa ketika unisbank aktivisnya tidak mau untuk mengembangkan
organisasi yang ada di LK/UKM sendiri?
ada 2 hal yang bisa dlihat yaitu apakah tidak adanya pengalaman sehingga tdiak
mampu menangani tingkat lebih tinggi level BEM/DPM kesulitan. Atau mungkin
regenerasinya?
Upayakan dengan:
– level yang dipilih yaitu yang senior
– Kalau memang dalam pemilu terdapat masalah tidak banyak yang mendukung,
LK/UKM unisbank kan banyak biisa dibuat perwakilan per LK/UKM
– pastikan bahwa organisasi yang paling tinggi yaitu BEM. Namun di Unisbank justru
BEM bukan dipandang sebagai organisasi tertinggi dan diinginkan banyak orang.
Hal ini yang harus dibenahi

Link Materi : https://drive.google.com/drive/folders/1L0E6PEeOHxUImtez1LZhYQfQnBjKB60E?usp=sharing

 

Hari Kedua (31 Juli 2021) :

Diskusi Batch 1
implementasi six thinking
“saat pandemi apa saja yg bisa dilakukan mahasiswa”
1. Topi merah : kebijakan pemerintah mengenai pandemi
✓ pemerintah kearah lockdwon karena pemerintah kekurangan biaya dan diganti mjd
ppkm. apabila lockdwon pemerintah harus memberikan bantuan kpd masyarakat.
ppkm dilain sisi terdapat warga asing masuk ke indo sedangkan WNI berdiam diri
dirumah, kemudian juga ada kecurangan dibeberapa pihak.
✓ kebijakan yg diambil, sulit diawasi dan cenderung dilanggar oleh masyarakat dan
terjadi kasus” korupsi, HAM, perampasan ruang hidup yang menjadikan trust rendah
dari masyarakat kpd pemerintah
2. Topi putih : menyampaikan data data dan informasi
✓ berdasarkan pengalaman yang dialami sejak ppkm, adanya pembatasan waktu bagi
pedagang. penurunan data drastis mungkin dari 50% data pendapatan menurun
karena ada ketentuan ppkm tsb
✓ ketika lockdwon pemerintah pusat wajib membiayai Masyarakat. persatuan aliansi
BEM seluruh Indonesia sedang mendiskusikan untuk mendorong pemerintah
menggunakan UUD karantina kesehatan sehingga terpenuhi haknya. kasus HAM
meningkat saat pandemi, banyak sekali aktivis” kemudian di kriminalisasi UUD
karantina kesehatan. contoh saat presiden mengunjungi bagian negara sebelah timur
harus bisa mengindikasikan apabila terjadi kerumunan.
✓ kejadian lalu banyak aktivis, buruh dll berkumpul untuk melakukan protes ttg adanya
ppkm dan ditangkap, dipukul sehingga menyebabkan kekerasan HAM
✓ Tidak setuju adanya kegiatan demo : menyebabkan kerumunan
✓ setuju : menyampaikan aspirasi untuk kepentingan bersama.
3. Topi kuning : solusi yg dilakukan mahasiswa saat pandemi membantu masyarakat dan
pemerintah
✓ menaati ppkm agar selesai karena pemerintah juga dg berbagai pertimbangan
✓ melakukan edukasi ke masyarakat ttg covid
4. Topi hitam : sisi buruk keputusan/penerapan ppkm
✓ pendidikan tidak efektif karena pembelajaran online / daring
✓ kesehatan : nakes yg nakal/curang
✓ ekonomi : banyak kerugian disektor umkm

Diskusi Batch 2
“kontribusi mahasiswa kepada masyarakat saat pandemi”
Gerakan politik (audiensi /demo) dan gerakan sosial (bagi”sembako)
1. Topi merah: menggambarkan yang memberikan pendapat secara intuisi
✓ saat pandemi gerakan politik dilakukan karena kebijakan pemerintah dan adanya
ppkm
2. Topi putih : data yg dimiliki dan menginformasikan kpd anggota
✓ saat demo seperti berbahaya saat ini karena adanya pandemi covid namun sedangkan
saat melakukan audiensi juga tidak ada yg terealisasi. Selain itu audiensi dari
mahasiswa juga perlu dilakukan untuk menyampaikan pendapatnya.
✓ tidak ada demo untuk memutus rantai covid
3. Topi kuning: sifat optimis/sisi positif saat melakukan demonstrasi
✓ berani menyampaikan suara dan mengasah komunikasi
✓ secara langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah
✓ berlatih meningkatkan kapabilitas dna keterampilan bernegosiasi
4. Topi hitam : sisi buruk dari keputusan gerakan politik
✓ memunculkan klaster baru karena pengumpulan masa walaupun dilapangan
mematuhi prokes
✓ kriminalisasi mahasiswa
✓ terjadi baku hantam antara aparat dan Mahasiswa
✓ mempertimbangkan stigma dari masyarakat karena adanya berpengaruh terhadap
gerakan yang dilakukan
5. topi hijau: mendapatkan sudut pandang terkait solusi, ide2 apa yg bisa dilakukan agar
efektif.
✓ gerakan politik secara langsung tidak efektif namun dengan kondisi sekarang bisa
menggunakan media sosial menggunakan etika yg baik. saat melakukan gerakan di
media sosial harus menggunakan inovatif

kesimpulan : sehingga mahasiswa tidak boleh tidak hanya melakukan satu gerakan melainkan
gerakan sosial dan gerakan politik
gerakan sosial : tidak hanya membantu masyarakat namun juga sebagai rasa solidaritas
dengan masyarakat
gerakan politik: merealisasikan hak hak dasar masyarakat

pertanyaan:
menurut pres sendiri apakah aksi/demo hanya melulu BEM saja? apakah misal UKM voli tetap
bisa aksi kadang merasa minder karena bukan wilayahnya gitu.
= kurang melihat ranah UKM bukan ke arah demo namun soal solidaritas bisa ikut melakukan
demonstrasi karena merasa ingin menyampaikan pendapat. Demonstrasi dilakukan
menggunakan almamater dan semua bisa berkontribusi karena bukan hanya nama ormawa
(solidaritas)
pesan pesan : tetap semangat dan jaga kesehatan – mudrik

Link Materi : https://drive.google.com/drive/folders/1BnwMmgZ–TNPttdDAWDD-0Pcu0LiYd53?usp=sharing

 

Hari Ketiga (01 Agustus 2021) :

Sesi Tanya Jawab
Pembicara: Idelia Risella
1. Apakah mencintai suatu agama termasuk self love ?
Jawab:
Bisa iya bisa tidak.
Misalkan kita punya pacar beda agama, sedangkan orang tua meminta untuk menikah
dengan yang seagama. Kalau kita teguh dengan agama jangan dilakukan, karena sudah
tau itu akan sulit, tapi kok tetap dilakukan berarti tidak self love
Tetapi misalkan tidak terlalu kuat terhadap kepercayaan kita (agama) dan perjuangan itu
merupakan passion kita yang kita mau, biisa jadi itu self love.
2. Apa perbedaan self love dan egois ?
Jawab:

Yang bisa kita ukur antara self love dan egois yaitu takarannya. Kita bisa mmenakar kira-
kira yang cukup seperti apa. Konsepnya kita harus tau kapan kita berkontribusi dan

menolak
3. Misalkan your passion tidak membangun masa depan bagaimana harus menyikapinya ?
misalkan saya suka futsal dan sering memainkannya, tetapi cita-cita saya menjadi
manajer bank dan futsal tersebut tidak mendukung masa depan saya
Jawab:
Ketika kita berbicara passion itu bukan tujuan, tetapi gairah dan kita bisa menumbuhkan
gairah dimanapun. Contoh belajar matematika itu melellahkan, lalu untuk meningkatkan
gairah bagaimana ? mungkin bisa belajar dengan Jerome polin melalui kontennya. Kalau
mengenai futsal dan futsal dan manajer, itu berhubungan dengan needs and wants (act
on needs) kalau needsnya terpenuhi, kita akan merasa cukup. Selesaikan apa yang kita
butuhkan dulu, baru apa yang kita inginkan. Untuk gairahnya, lakukan cara-cara kecil
misalkan hari ini diperbanyak futsalnya, tapi besok memperbanyak belajar.
4. What is the thing you wish you knew when you were in college ?
Jawab:
Lakukan pelan-pelan apa yang ingin kita pelajari, harusnya dulu saya bisa teliti saat kuliah
sehingga bisa dipakai ketika bekerja dan tidak mengulang untuk mempelajari setelah
bekerja. Kemudian, cari networking dengan teman-teman kuliah.
5. Ketika kita dihadapkan dengan masalah besar dan rumit apa yang harus kita lakukan agar
tetap mencintai diri sendiri ?
Jawab:
Bahagia itu datangnya dari masalah yang telah selesai, bukan tidak ada masalah. Jadi
jangan takut dengan masalah. Kalau ada masalah besar, bedah masalah hal apa saja yang

ada disana, diitakar apa yang bisa dikontribusikan. Jangan memikirkan diluar yang sudah
kita berikan semua dengan kapasitas kit. Do your best
6. Tips efektif mendistrack diri sendiri untuk tidak mudah terpengaruh dengan omongan
orang lain juga mengurangi overthinking ?
Jawab:
Bangun imunitas sikologi, Hal ini memang tidak mudah. Langkah yang dilakukan:
– Kumpulkan orang-orang terdekat, ketika sedang down kita discus dengan orang yang
kita percaya dan meminta masukan
– Setiap hari tulis jurnal apa yang kita lakukan agar bisa dievaluasi dan belajar lagi
– Dalam melakukan grow pelan-pelan dan bahagia dengan grow yang kita jalani
7. Bagaimana cara kita bisa menolak orang yang membutuhkan kita, yang terkadang tidak
semua bisa diiyakan. Ingin menolak namun berfikir jika diposisi itu saya tidak ada yang
membantu bagaimana
Jawab:
Sometimes, ketika kita ingin membantu orang yang penting emang harus ada yang
dikorbankan. Tetapi tidak semua, mungkin ada yang bisa kita bantu dengan bentuk yang
berbeda. Misalkan rekomendasi untuk dibantu teman lain (memberi koneksi). Jangan
pernah merasa terbebani dengan hal tersebut.
8. Bolehkah kita terlalu mencintai duniawi ? apakah itu termasuk self love ? misalkan kita
punya istri 4 dan punya penghasilan tinggi.
Jawab:
Rumusnya menambah aspek apapun dalam hidup pasti menambah masalah/ beban.
Kalau misalkan mau melakukan sesuatu ditakar, bisa atau tidak menahan beban itu. Kalau
itu menjadikan beban berarti tidak self love. Biasanya orang-orang yang self lovenya telah
terpenuhi, tidak melulu berlebihan. Jangan Cuma memenuhi keinginan tetapi kita tidak
menikmatinya.
9. Bagaimana caranya kita keluar dari toxic relationship ? karena kebanyakan orang yang
sudah terjebak dalam hubungan itu susah untuk keluar.
Jawab:
Harus tega untuk keluar. Kamu bisa melihat semuanya dengan jernih setelah keluar,
selama masih di dalam tidak akan bisa. Kalau sudah sampai ditahap depresi, harus ada
bantuan ahli seperti pskiater. Kaau belum sampai ditahap itu, keluar saja, sambal cari
penawar.

 

Link Materi : https://drive.google.com/drive/folders/1jzDqz41yoAq5Y4ofL_I_kUDpX7pGlLzf?usp=sharing

 

 

 

You may also like...